Selasa, 13 Desember 2011

Kapsul


Resep Nomor              : II                  
Bentuk Sediaan            : Kapsul

A.       Dasar Teori

Kapsul adalah bentuk sediaan obat terbungkus cangkag kapsul, keras atau lunak. Cangkang kapsul dibuat dari gelatin dengan atau tanpa zat tambahan lain (Anonim, 1979). Dalam Formularium Nasioanl, kapsul didefinisikan sebagai sediaan berupa serbuk yang diisikan dalam cangkang kapsul atau berupa cairan, setengah padat yang dibungkus dengan kapsul dasar (Anonim, 1978).
Bentuk kapsul bermacam – macam, misalnya bulat, oval, panjang, dan silinder. Biasanya kapsul dibuat dari gelatin USP yang dikeruhkan dengan TiO2 (putih) dan diberi warna bervariasi sesuai dengan yang diinginkan untuk membedakan isinya. Biasanya tutup wadahnya diberi warna yang berbeda. Ukuran kapsul juga dibedakan oleh panjang dan diameter dari kapsul yang dinyatakan dalam angka – angka. Kapasitas muatannya tergantung dari jenis zat yang dimasukkan. Biasanya bila voluminius, kapasitasnya lebih kecil (Chaerunnisa, dkk, 2009).  
Ukuran cangkang kapsul bermacam – macam dan dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Ukuran
Perkiraan Volume (ml)
Perkiraan Jumlah Serbuk
000
1,4
0,43 – 1,8 gr
00
0,95
0,39 – 1,3 gr
0
0,68
325 – 900 mg
1
0,5
227 – 650 mg
2
0,37
200 – 520 mg
3
0.3
120 – 390 mg
4
0,21
100 – 260 mg
5
0,13
65 – 130 mg
(Ansel & Prince, 2006).
Kebanyakan kapsul – kapsul yang beredar di pasaran adalah kapsul yang semuanya dapat ditelan oleh pasien untuk keuntungan dalam pengobatan. Kapsul gelatin keras merupakan jenis yang digunakan oleh ahli farmasi dalam menggabungkan obat – obat. Kapsul gelatin lunak mengandung lebih banyak uap air daripada kapsul keras, sehingga pada pembuatannya ditambah bahan pengawet untuk mencegah timbulnya jamur dalam cangkang kapsul. Persiapan pengisian kapsul dapat dibagi dalam beberapa tahap. Tahap pertama adalah persiapan dan pengembagan formulasi serta pemilihan ukuran kapsul. Kedua, pengisian cangkang kapsul. Ketiga, pembersihan dan pemolesan kapsul (Ansel, 1989). 

B.       Resep

1.      Resep pada Jurnal

R/  Doksisiklin 100 mg
m.f.pulv.da.in.caps.dtd.X
s.1.d.d.I
Pro : Bp.Sutarto

2.      Resep Lengkap



dr. Abdy Malik
Jln. Bunga Matahari No. 15
SIP : 123/K/45
                                    Kendari, 4 – 2 – 2011   
R/ Doksisiklin 100 mg
m.f.pulv.da.in.caps.dtd.X
s.1.d.d.I
Pro       : Bp. Sutarto
Alamat  : Jln. Elang



  Keterangan :
No
Singkatan
Bahasa Latin
Arti
1.
R/
Recipe
Ambillah
2.
Caps.
Capsulae
Kapsul
3.
s.1.d.d.I
signa 1 de die I
tandai 1 kali sehari 1 kapsul
4.
pro
pro
Untuk
5.
m.f.pulv.da.in.caps. dtd No. X
Misce fuc pulveres da in capsulae da tales doses numero X
Campur dan buatlah masukkan ke dalam kapsul berilah sesuai dengan takaran sebanyak sepuluh kapsul

3.      Uraian Bahan

Doksisiklin
Nama Resmi     : Doxycyclinum
Sinonim             : Doksisiklina
Rumus Molekul : C22H24N2O8.H2O
BM                   : 462,46
Pemerian           : Serbuk hablur; kuning
                  Kelarutan          : Sangat sukar larut dalam air; mudah larut dalam larutan asam encer dan dalam larutan alkali hidroksida; agak sukar larut dalam etanol (95%) P; praktis tidak larut dalam klorofotm P dan dalam eter P
Penyimpanan     : Dalam wadah tertutup rapat,terlindung dari cahaya
Khasiat             : Antibiotikum

4.      Penimbangan dan Perhitungan

                  Perhitungan Dosis 
Doksisiklin, DM = 100 mg/600 mg
                        Sekali = 1 x 100 mg = 100 mg = 100 mg (TOD)
Sehari  = 1 x 100 mg = 100 mg < 600 mg (TOD)
Persentase
Sekali  =  100 mg/100 mg x 100% = 100% = 100% (TOD)
Sehari  =  100 mg/600 mg x 100% = 16,6% < 100% (TOD)


Penimbangan Bahan
Doksisiklin 100 mg x 10 = 1000 mg = 1 g

5.      Cara Kerja

a.       Timbang Doksisiklin yang diperlukan.
b.  Gerus doksisiklin dalam mortal sampai, bagi sama banyak sesuai resep (seperti pada pulveres).
c.     Masukkan serbuk doksisilin yang sudah dibagi masing - masing ke dalam cangkang kapsul dan ditutup.
d.      Bersihkan kapsul dengan lap kering dan bersih.
e.       Masukkan kedalam wadah plastik dan diberi etiket putih.

6.      Etiket Sediaan




Apotek Unhalu Farma
Jalan H.E.A. Mokodompit
Apoteker : Lely Sulfiani Saula, S.Farm, Apt
No.SIK : 402/SIK/2011

Nomor   : 2                           Tgl : 4 – 2 – 2011
Nama     : Bp. Sutarto
                                                                    Kapsul
    Tablet
    Bungkus
Sebelum / Saat/ Sesudah Makan
 









7.      Khasiat Obat

a. Untuk mengobati faringitis, laringitis, bronkio pneumonia, sinusitis.
b. Untuk mengobati infeksi saluran pernafasan, saluran pencernaan, saluran kencing, kulit, dan jaringan lunak.

C.       Pembahasan

Dalam Farmakope Indonesia Edisi III, kapsul adalah bentuk sediaan obat terbungkus cangkag kapsul, keras atau lunak. Cangkang kapsul dibuat dari gelatin dengan atau tanpa zat tambahan lain. Bentuk kapsul bermacam – macam, misalnya bulat, oval, panjang, dan silinder. Warna kapsul dibuat bervariasi sesuai dengan yang diinginkan untuk membedakan isinya.
Pada praktikum ini dibuat obat dalam bentuk kapsul. Pada dasarnya sediaan kapsul sudah tepat diberikan untuk pasien dewasa, karena pada umumya orang dewasa tidak mengalami kesulitan dalam mengonsumsi obat. Selain itu, pembuatan obat dalam bentuk kapsul juga memiliki beberapa keuntungan, diantaranya : bisa menutupi obat atau zat – zat yang rasa dan baunya kurang enak; tidak diperlukan zat tambahan (corigens), seperti corigens coloris (warna), corigen odoris (bau), corigens saporis (rasa); tidak memerlukan zat tambahan atau zat pengisi; cepat melepaskan zat berkhasiatnya dalam jumlah yang seragam dan segera bekerja pada lambung; berdasarkan warna dapat dibedakan isi kapsul; dan lain – lain.
Namun, obat dalam sediaan kapsul juga memiliki beberapa kerugian, diantaranya : tidak sesuai untuk bahan obat yang mudah larut (KCl, KBr, NH4Br, CaCl2) karena dapat mengiritasi lambung; tidak cocok untuk zat – zat yang mudah menguap karena pori – pori kapsul tidak bisa menahannya; pada kelembaban tinggi kapsul akan berubah bentuk, pada kelembaban rendah sifatnya rapuh sehingga pewadahan harus dalam pot gelas disimpan di tempat sejuk dan kering.
Dosis Maksimum doksisiklin adalah 100 mg/600 mg. Artinya dalam sekali pemakaian, takaran obat terbesar yang bisa diberikan tanpa menimbulkan keracunan adalah 100 mg, sedangkan untuk sehari pemakaian adalah 600 mg. Setelah dilakukan perhitungan dosis maksimum, dosis yang diberikan sudah tepat sehingga resep tersebut bisa dikerjakan. Bahan obat yang telah ditimbang sebanyak 1 gram digerus menggunakan mortal. Setelah bahannya siap, dipilihlah cangkang kapsul yang cocok. Adapun cangkang kapsul yang digunakan adalah nomor 4 atau 5. Pada praktikum ini, praktikan juga mengisi bahan obat ke dalam cangkang kapsul dengan alat bantuan yang dinamakan pencetak kapsul. Dengan adanya alat ini, proses pengisian bahan obat ke dalam cangkang kapsul menjadi lebih cepat dan mudah.

D.       Kesimpulan

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan :
1.      Kapsul adalah bentuk sediaan obat terbungkus cangkag kapsul, keras atau lunak. Cangkang kapsul dibuat dari gelatin dengan atau tanpa zat tambahan lain.
2.     Obat ini berkhasiat untuk mengobati faringitis, laryngitis, bronkio pneumonia, sinusitis, infeksi saluran pencernaan, saluran kencing, kulit, dan jaringan lunak.


DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 1979, Farmakope Indonesia, Edisi III, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Anonim, 1978, Formularium Nasional, Edisi II, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Ansel, H.C., 1989, Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi, Universitas Indonesia Press, Jakarta.

Ansel, H.C. & Prince, S.J., Kalkulasi Farmasetik (Panduan Untuk Apoteker), Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Chaerunnisaa, A.Y., 2009, Farmasetika Dasar, Widya Padjadjaran, Bandung.