Minggu, 25 September 2011

Bersih - Bersih

Aghhhhh… capeknya hari ini.. but Alhamdulillah semua sudah beres…
You know, today was a bussy day.. hampir seharian ini saya membersihkan kamar yg udah kayak kapal pecah..  hehehe >_<…  memalukan sih,, sebagai  anak yg terlahir dgn jenis kelamin perempuan, masa’ kamarnya mirip gudang.. pakaian kotor menumpuk, buku – buku berserakan di lantai, plafon sudah mulai ditumbuhi sarang laba - laba (tanaman kaleee), baux apek, de el el.. Nah,, karena saya nggak mau dicap sebagai anak malas,, mulailah aktivitas pagi ini dengan membersihkan kamar...


Itu kondisi kamarku saat sudah mulai dibersihkan… berantakan kan??? Sebetulnya itu foto saat sudah setengah jalan proses pembersihan.. foto saat kamarku belum dibersihkan sama sekali sengaja nggak saya tampilkan,, soalnya malu2in.. hehehehe…

Oh ya,, slama membersihkan,, bxk teman2 yg bantuin loh.. jdi saya nggak sendirian.. thx bxk buat tuan sapu n nona kain pel,, makasih sudah membantu.. berkat kalian sarang laba – laba dikamarku nggak jadi bertambah banyak n lantai jadi nggak beredebu… good job!!!


Makasih juga bwt tuan lem super yg sdh kembali melekatkan nona mading pada tempatnya.. hehehhe.. pokoknya tuan lem super top abissss deh…


saya juga sangat terbantu dengan tuan topi n nona masker,, kalian sudah melindungi saya dari debu yg berserakan… you help me to keep healthy... love you guys...

n finally,, kamar saya pun rapi, bersih, n wangi.. jrenggg jrenggg…




 
sekian ceritaku hari ini… apa ceritamu???

   

Kamis, 22 September 2011

Ampisilin



Nama Generik
Ampisilin

Nama Kimia
Asam-6-[(D(-)α—aminofenilasetamido)]-penisilinat

Nama Dagang
- Actesin inj                 - Ambripen                  - Amcillin                    - Ampi
- Arcocillin                  - Bannsipen                 - Bimapen                    - Binotal
- Biopenam                  - Broadapen                - Cinam                       - Corsacillin
- Dancillin                   - Decapen                    - Erphacillin                 - Etabiotic
- Etrapen                     - Hufam                       - Kalpicillin                 - Kemocil
- Lactapen                   - Medipen                    - Megapen                   - Metacillin
- Mycill                        - Opicillin                    - Pampicillin                - Parpicillin
- Penbiotic                   - Penbritin                   - Pincyn                       - Polypen
- Primacillin                 - Ronexol                    - Sanpicillin                 - Standacillin
- Unasyn                      - Varicillin                   - Viccillin                    - Xepacillin
- Akrotalin

Rumus Kimia
C16H19N3O4S

Rumus Struktur
           



Penggolongan
Antibiotikum

Indikasi/Kegunaan
Pengobatan infeksi yang peka (non-betalaktamase-producting organisme); bakteri yang peka yang disebabkan oleh streptococci, pneumococci nonpenicillinase-producting staphilocochi, listeria, meningococci; turunan H.Influenzae, salmonella, Shigella, E.coli, Enterobacter, dan Klebsiella.

Kontra Indikasi
Kontraindikasi untuk pasien yang hipersensitif terhadap amoksisilin, penisilin, atau komponen lain dalam sediaan.

Efek Samping
·         SSP                       : Demam, penisilin encephalitis, kejang.
·         Kulit                      : Erythema multifom, rash, urticaria.
·         GI                          : Lidah hitam berambut, diare, enterochollitis, glossitis, mual,
  pseudomembranouscollitis, sakit mulut dan lidah, stomatitis,
  muntah.
·         Hematologi           : Agranulositosis, anemia, hemolitik anemia, eosinophilia,
leukopenia,
                                      trombocytopenia purpura.
·         Hepatik                 : AST meningkat.
·         Renal                     : Interstisisal nephritin (jarang)
·         Respiratory            : Laringuela stidor
·         Miscellaneous        : Anaphilaxis




Sifat Fisikokimia
Ampisilin berbentuk anhidrat atau trihidrat mengandung tidak kurang dari 900 g tiap milligram C16H19N3O4S dihitung terhadap zat anhidrat. Secara komersial, sediaan ampisilin tersedia dalam bentuk trihidrat untuk sediaan oral dan garam natrium untuk sediaan injeksi. Potensi ampisilin trihidrat dan natrium penisilin dihitung berdasarkan basis anhidrous. Ampisilin trihidrat berwarna putih, praktis tidak berbau, serbuk kristal, dan larut dalam air. Ampisilin trihidrat mempunyai kelarutan dalam air sekitar 6 mg/mL pada suhu 200C dan 10 mg/mL pada suhu 400C. Ampisilin sodium berwarna hampir putih, praktis tidak berbau, serbuk kristal, serbuk hidroskopis, sangat larut dalam air, mengandung 0,9% natrium klorida. Pelarutan natrium ampicilin dengan larutan yang sesuai, maka 10 mg ampicilin per mL memiliki pH 8 - 10. Jika dilarutkan secara langsung ampisillin trihidrat oral suspensi memiliki pH antara 5 – 7,5. Serbuk hablur renik; putih; tidak berbau atau hampir tidak berbau; rasa pahit.

Mekanisme Aksi
Mekanisme aksi ampisilin yaitu menghambat sintesis dinding sel bakteri dengan mengikat satu atau lebih pada ikatan penisilin - protein (PBPs – Protein binding penisilin’s), sehingga menyebabkan penghambatan pada tahapan akhir transpeptidase sintesis peptidoglikan dalam dinding sel bakteri, akibatnya biosintesis dinding sel terhambat dan sel bakteri menjadi pecah (lisis).
Kelompok ampisilin, walaupun spektrum AM-nya lebar, aktivitasnya terhadap mikroba Gram-positif tidak sekuat penisilin G, tetapi efektif terhadap beberapa mikroba Gram-negatif dan atahn asam, sehingga dapat diberikan per oral.

Interaksi Obat
1.      Dengan Obat Lain :
·         Meningkatkan efek toksik :
o    Disulfiran dan probenezid kemungkinan meningkatkan kadar ampisilin.
o    Warfarin kemungkinan dapat meningkatkan kadar ampisilin
o    Secara teori, jika diberikan dengan allopurinol dapat meningkatkan efek ruam.

·         Menurunkan efek :
o    Dicurigai ampisilin juga dapat menurunkan efek obat kontrasepsi oral.

2.      Dengan Makanan : Makanan dapat menurunkan tingkat absorbsi ampisillin, sehingga kemungkinan akan menurunkan kadar ampisillin.

Dosis
1.      Dosis Anak
Infeksi ringan – sedang : I.M., I.V. : 100 - 150 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6 jam (maksimal : 2 - 4 mg/hari). Oral : 50 - 100 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6 jam (maksimal : 2 - 4 g/hari).
Infeksi berat/mengitis : I.M., I.V: 200 - 400 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6 jam (maksimal : 6 - 12 g/hari).
Endocarditis profilaxis : Gigi, mulut, saluran pernafasan atau esophagus : 50 mg/kg digunakan 30 menit sebelum penerapan protokol, saluran kemih, GI : pasien resiko tinggi : 50 mg/kg (maksimal 2 g) digunakan 30 menit sebelum penerapan protokol. Pasien risiko tinggi : 50 mg/kg digunakan 30 menit sebelum prosedur operasi.

2.      Dosis Dewasa
Dosis Lazim :
-       Oral : 250 – 500 mg tiap 6 jam, I.M., I.V. : 50-100 mg/kg/hari setiap 6 jam. Sepsis/meningitis : I.M., I.V. : 150 - 250 mg/kg/24 jam dosis terbagi setiap 3 - 4 jam  (rentang : 6 - 12g/hari).

3.      Penyesuaian Dosis
ClCr >50 mL/menit : diberikan tiap 6 jam. ClCr 10 - 50 mL/menit diberikan setiap 6 - 12 jam. ClCr <10 mL/menit diberikan setiap 12 - 24 jam.

Bentuk Sediaan
Kapsul, serbuk kering, suspense oral, serbuk injeksi.



Daftar Pustaka

Anonim, 1979, Farmakope Indonesia, Edisi III, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Anonim, 2009, Farmakologi dan Terapi, Edisi 5 cetak ulang dengan perbaikan, Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.